Sleeping Budha Bagian Ruangan Dalam 19 July 2015- Bogor
[https://gongxifacay.blogspot.com/2017/03/sleeping-budha-bagian-ruangan-dalam-19_49.html]
Lokasi dan makna Patung Budha Tidur Raksasa
Sleeping Budha Bagian Ruangan Dalam 19 July 2015- Bogor
Pembangunan patung Budha Tidur ini sendiri memakan waktu cukup lama. Dua tahun diperlukan untuk mengerjakan postur Budha sepanjang 18 Meter dan tinggi 5 Meter ini.Lebih dari 500 zak semen dihabiskan untuk membentuk postur Budha sedang tidur ini.
Postur patung yang sang Budha dalam posisi miring dengan beralaskan bantal dan tangannya sendiri melambangkan sebuah makna. Sidharta Gautama, sang Budha biasa mendapatkan pencerahan.
Ada satu catatan sendiri. Yaitu mengenai lambang swastika di dada Patung Budha Tidur ini. Mungkin yang tidak memahami akan terhenyak dan kaget mengingat lambang itu adalah lambang Nazi. Saya mengalaminya ketika posting foto patung ini di komunitas Bogor dihapus secara tiba-tiba tanpa alasan.
Hanya saya menduga hal itu terkait dengan lambang swastika. Untuk mencegah adanya praduga tentang lambang ini, saya informasikan bahwa lambang swastika ada dalam agama Hindu dan Budha. Pada agama Budha lambang tersebut mencerminkan kesejahteraan dan umur panjang.
Jadi bukan lambang Nazi. Oleh karena itu, bila anda sudah membaca tulisan ini, janganlah terlalu berprasangka terhadap adanya lambang tersebut di dada Patung Budha Tidur Raksasa.
[https://gongxifacay.blogspot.com/2017/03/sleeping-budha-bagian-ruangan-dalam-19_49.html]Vihara Buddha Dharma
Di bagian depan, pengunjung akan disambut dengan sebuah gerbang berwarna merah. Warna yang merupakan cerminan budaya etnis Cina. Memasuki bagian dalamnya terdapat dinding yang dipenuhi dengan relif bermotifkan Budha. Sayangnya saya tidak cukup berpengetahuan mengenai alur cerita pada relif tersebut.
Selain relif, terdapat pula sebuah stupa, mirip dengan stupa yang ada di candi Borobudur. Tidak mengherankan ada stupa ini disini mengingat Borobudur adalah candi Budha terbesar. Sebuah prasasti yang ditandatangani oleh pejabat Kementrian Agama pun terletak di halaman depan.
Patung Budha Tidur Raksasa sendiri berada di balik dinding ber-relif tersebut. Letaknya ada di sebuah bangsal tersendiri. Tentu saja! mengingat ukurannya yang sangat besar, maka memang perlu ruang penempatan yang sama besarnya pula. Selain itu patung ini merupakan tokoh utama di vihara ini.
Di kedua dinding bangsal tempat patung ini berada, terdapat lemari kaca berisi ratusan patung-patung kecil. Meskipun kurang mengerti maknanya, saya duga patung-patung ini adalah persembahan dari keluarga-keluarga untuk anggota mereka yang sudah tiada. Terlihat terdapat label nama orang pada setiap patung tersebut.[https://gongxifacay.blogspot.com/2017/03/sleeping-budha-bagian-ruangan-dalam-19_49.html]
Bolehkah pengunjung umum datang ?
Dengan sangat ramah pemuda yang baru lulus SMA ini mempersilakan saya untuk melihat-lihat ke bagian dalam. Sepertinya ia sudah sangat paham bahwa keberadaan Patung Budha Tidur Raksasa ini akan menarik kedatangan bukan hanya yang berniat beribadah. Bahkan ia membantu menjelaskan mengenai sejarah vihara dan juga sang patung.
Hanya karena ini adalah tempat ibadah, maka diharapkan pengunjung umum memakai pakaian yang pantas. Begitu juga dengan sikap selama berada di dalam.
Anda diperkenankan mengambil foto . Hanya saja, mengingat adanya keyakinan bahwa tidak sopan membelakangi sang Budha, anda harus berada pada posisi menyamping agar punggung anda tidak menghadap patung ini.[https://gongxifacay.blogspot.com/2017/03/sleeping-budha-bagian-ruangan-dalam-19_49.html]
Cara menuju ke lokasi Patung Budha Tidur Raksasa
Anda harus menyeberang. Anda harus melanjutkan perjalanan sejauh 1,5 kilometer ke dalam. Pergunakan ojeg karena tidak ada angkutan umum lainnya. Petunjuk jalan cukup jelas dan membantu anda menuju ke vihara Buddha Dharma
– dari stasiun Bogor, pergilah ke Terminal Merdeka . Lanjutkan dengan angkot no 06 Biru yang akan melewati jalur yang sama dengan Bus Pusaka. Kemudian lakukan hal yang sama dengan kalau memakai bus Pusaka.
– Bila anda membawa kendaraan pribadi akan lebih mudah bila melewati Lebak Bulus/Parung. Hanya bila anda melewati tol Jagorawi, keluarlah di Sentul Barat dan masuk ke Lingkar Luar Bogor. Keluar di ramp Jalan Soleh Iskandar (ujung LLB). Anda harus lurus dan mengambil ke arah Parung. Rutenya sama dengan angkot 06 Biru atau Bus Pusaka.
[https://gongxifacay.blogspot.com/2017/03/sleeping-budha-bagian-ruangan-dalam-19_49.html]
Post a Comment